Senin, 29 Juli 2013

Tips Aman & Nyaman Mudik Pakai Motor

 

Menjelang hari raya Idul Fitri atau Lebaran, masyarakat akan melakukan rutinitas tahunan yakni mudik atau pulang kampung. Bersilaturahmi dengan keluarga sambil menikmati liburan tentulah sangat menyenangkan. Berbagai transportasi digunakan untuk ritual mudik ini di antaranya menggunakan sepeda motor. Alat tranportasi roda dua ini dianggap efektif dan efisien menuju kampung halaman. Selain bisa menghemat biaya dibanding mobil, sepeda motor juga dipercaya bisa lebih cepat sampai tujuan karena kemampuannya bisa meliuk-liuk di tengah kemacetan.
Namun, persiapan kendaraan sendiri maupun kondisi tubuh mutlak diperlukan agar perjalanan lancar dan tidak mengalami masalah. Tentu sangat menyebalkan bila perjalanan yang seharusnya dinikmati menjadi memprihatinkan karena kondisi kesehatan dan motor yang tidak siap. Guna memperlancar perjalanan Anda diperlukan persiapan khusus agar kita bisa menikmati setiap langkah menuju tujuan.
  1. Sebelum berangkat, hilangkan sifat-sifat yang dapat mengganggu perjalanan Anda, seperti sifat agresif, stress akibat pekerjaan, ataupun masalah-masalah lainnya. Bila suasana kita tenang, santai dan rileks, perjalanan menjadi lebih menyenangkan.
  2. Pastikan kondisi tubuh kita dalam keadaan yang benar-benar bugar. Tunda perjalanan mudik, bila fisik kita tidak dalam keadaan fit. Kondisi yang sehat dapat membantu Anda berkonsentrasi selama berkendara sehingga dapat bereaksi dengan cepat bila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
  3. Gunakan perlengkapan standar berkendara untuk keselamatan Anda seperti helm full face berkualitas yang berkaca bening, sarung tangan, body protector, pengaman lutut, pakaian yang dapat menyerap keringat, jaket, hingga sepatu yang nyaman. Jangan lupa juga bawa jas hujan untuk berjaga-jaga dengan model baju dan celana terpisah, bukan jas hujan terusan karena bisa terlilit roda. Perlengkapan ini juga berlaku bagi penumpang. Siapkan juga obat-obatan P3K dan vitamin untuk menunjang kesehatan Anda.
  4. Tak kalah penting rencanakan rute mudik dengan matang. Lihatlan peta mudik agar Anda tidak tersesat yang bisa memperpanjang dan membuang waktu Anda.
  5. Pengecekan kemudian dilakukan pada sepeda motor Anda. Pemeriksaan wajib dilakukan dengan melakukan tune-up agar kondisinya dalam keadaan prima. Termasuk penyetelan rantai, pembersihan karburator, hingga kondisi air accu.
  6. Sebelum berangkat, isi tangki bahan bakar motor Anda penuh dan cukup menempuh jarak menuju SPBU berikutnya.
  7. Periksa keausan ban dan tekanan angin. Bila ban sudah terlihat botak segera ganti dengan yang baru karena ban merupakan salah satu bagian terpenting dalam keamanan berkendara.
  8. Periksa juga kondisi rem depan dan belakang. Segera ganti kanvas rem bila dirasa rem tidak menggigit dan tambah oli rem bila sudah terlihat indikatornya menunjukan tanda minimal.
  9. Pastikan Anda mengganti oli mesin dengan yang masih segar dan sesuai dengan spesifikasi kendaraan. Untuk urusan ganti oli, jangan ragu untuk mempercayakannya pada Evalube yang sudah mendapat sertifikat SNI (Standar Nasional Indonesia) untuk menjamin motor anda. 
  10. Sistem kelistrikan motor pastikan berfungsi dengan baik, termasuk lampu-lampu seperti lampu utama, lampu sein, dan lampu berhenti. Tetap nyalakan lampu depan motor Anda meskipun dalam keadaan siang hari agar bisa dilihat mobil atau motor di depan Anda.
  11. Saat Anda sudah berada di jalan, patuhi rambu-rambu lalu lintas dan tetaplah waspada melihat kondisi di depan seperti permukaan yang licin, genangan air, lubang, dan berkendaralah dengan posisi yang nyaman.
  12. Jangan hanya mengandalkan spion tapi biasakan juga menolehkan kepala Anda ke arah Anda akan menikung atau berputar.
  13. Jaga jarak aman dengan kendaraan di depan Anda. Idealnya posisi Anda berjarak lima detik dengan kendaraan di depan atau setidaknya berjarak tiga detik sesuai kecepatan motor Anda. Hal ini untuk memberikan kesempatan lebih banyak untuk Anda bereaksi lebih cepat dan lebih baik.
  14. Atur jarak pengereman dan gunakan selalu pengereman dengan menggunakan rem depan dan belakang secara bersamaan dan disertai engine brake dengan menurunkan transmisi yang lebih rendah.
  15. Jangan melakukan pengereman mendadak karena dikhawatirkan kendaraan di belakang Anda kurang bereaksi dengan cepat sehingga bisa menimbulkan tabrakan beruntun. Bila kondisi jalan basah dan licin, hindari menggunakan rem belakang karena akan membuat motor slip dan terjatuh.
  16. Saat berkendara pada malam hari, Anda harus meningkatkan konsentrasi dan kewaspadaan. Kurangi kecepatan jika pandangan ke depan hanya terbatas. Jika lampu utama mati gunakan lampu sein untuk memberitahu kendaraan dibelakang Anda dan ikuti lampu mobil di depan sebagai petunjuk. Tapi untuk lebih amannya, lebih baik Anda segera mengganti lampu yang mati tersebut dengan mencari bengkel.
  17. Bila Anda membawa penumpang, beban kendaraan tentu menjadi lebih berat, sehingga hindari mengebut dan rem mendadak. Beban lebih berat juga akan menambah jarak pengereman dan jangan membuka gas secara mendadak untuk menghindari ketidaksiapan penumpang yang bisa mengakibatkan penumpang terpental. Penumpang diwajibkan memeluk pinggang pengemudi namun tidak bersandar.
  18. Jangan paksakan mengemudi secara terus-menerus tanpa berhenti. Maksimal pengemudi berkendara selama 4 jam dan setelah itu harus istirahat. Tubuh manusia memiliki batas sehingga Anda perlu memperhatikannya.
  19. Sepanjang rute mudik sendiri sudah tersedia Posko Mudik yang disediakan ATPM atau instansi pemerintah yang tersebar di mana-mana. Manfaatkan kesempatan tersebut untuk mengembalikan kondisi tubuh dengan beristirahat atau makan dan minum. Sambil Anda meluruskan kaki dan bersantai, lakukan pengecekan kembali terhadap motor Anda atau kalau perlu ganti oli dan mengganti komponen lain yang sudah aus.
SELAMAT MUDIK dan SELAMAT MERAYAKAN HARI RAYA IDUL FITRI..

Jumat, 14 Juni 2013

Teknologi Idling Stop System (ISS)


Teknologi Idling Stop System (ISS) adalah teknologi yang dirancang untuk mengurangi emisi dan konsumsi bahan bakar saat kondisi diam. ISS akan mematikan secara otomatis dan menyalakan mesin kembali hanya dengan memutar  sedikit tuas gas.

Dengan penggunaan teknologi ini maka ketika sepeda motor dalam kondisi aktif berhenti selama 3 detik maka mesin akan mati secara otomatis. Pada saat tuas gas diputar maka mesin akan otomatis menyala. Hal ini akan menmbuat konsumsi bahan bakar lebih efisien.

Yusuke Hori selaku President Direktur PT Astra Honda Motor mengatakan bahwa dengan teknologi ini Honda Vario Techno 125 CBS ISS mampu mencapai 58,1 km/liter (perhitungan menggunakan metode ECE R40 yang merupakan standar pengukuran dari United Nations Economic Commission for Europe – Organisasi PBB untuk mengukur emisi sepeda motor)


Perubahan Tampilah Honda Vario Techno 125

Dari tampilan, perbedaan Honda Vario Techno 125 CBS ISS dengan versi sebelumnya adalah:
  • Saklar on/off di sebelah kanan setang sepeda motor.
  • Lampu hijau berlambang @ pada panel meter ketika aktif.
  • Tambahan stiker bodi samping dengan kata “Idling Stop”.
Berikut diagram yang memperlihatkan perbedaan Honda Vario Techno 125 CBS ISS dengan versi sebelumnya.

Rabu, 12 Juni 2013

Belajar Hemat BBM di Tahun 2013

Di tahun 2013 ini ada kabar kurang mengenakkan, yakni adanya kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk Pertamax. Apalagi isu yang berkembang lagi, adanya pembatasan penggunaan premium. Dua kabar ini paling tidak membuat Honda Lovers dag-dig-dug.

Namun, bagi motor Honda Lovers sebagai pengguna motor Honda yang terkenal dengan teknologi irit bahan bakar, tak salah bila mulai mengenal lebih dekat dengan cara-cara penggunaan teknologi irit BBM ala motor Honda.

Pertama dimulai dengan pemahaman pemanasan mesin motor Honda Anda, dalam hal ini sebetulnya tidak butuh waktu yang sangat lama untuk memanaskan mesin motor. Motor Honda dalam memanaskan mesin cukup butuh waktu sekitar maksimal 5 menit, dengan posisi gear pada posisi netral.

Berikutnya jangan menggeber atau menarik gas secara secara banyak dan berulang-ulang, karena hal ini sangat mempengaruhi proses pembakaran bahan bakar secara cepat atau banyak. Jadi biasakan lakukan penarikan gas secara konstan dan bertahap.

Anda juga harus selalu sesuaikan penggunaan gigi persneling dengan kecepatan laju motor kamu. Contohnya untuk motor dengan 4 jumlah gigi percepatan: gigi 1 untuk kecepatan (0-20 km/jam), gigi 2 untuk kecepatan (20-40 km/jam), gigi 3 untuk kecepatan (40-60 km/jam), dan gigi 4 untuk (60 km/jam ke atas).

Penggantian spare parts motor standar pabrik Honda (orisinil) dengan tipe racing atau merk lain seperti knalpot, karbu, ban, gear dan lainnya, juga berpengaruh terhadap boros atau tidaknya bahan bakar yang digunakan. Lebih baik gunakan Honda Genuine Parts yang kualitasnya sudah terjamin untuk sepeda motor Honda. Rawat dan serviskan motor Honda kesayangan kamu secara berkala di bengkel resmi Honda (AHASS). Karena kerusakan kecil seperti busi yang aus, rem yang tidak berfungsi maksimal, dan pelumas transmisi yang rendah juga bisa mempengaruhi atau mengganggu efisiensi penggunaan bahan bakar. Setelah itu, lanjutkan perjalanan Anda dan pahami kinerja teknologi mesin irit bahan bakar ala Honda, karena motor irit pasti Honda